Example floating
Example floating
BeritaDaerahJambiKerinci

Gubernur Al Haris Terima Gelar Adat Kehormatan di Kenduri Sko Enam Luhah Sungai Penuh

189
×

Gubernur Al Haris Terima Gelar Adat Kehormatan di Kenduri Sko Enam Luhah Sungai Penuh

Sebarkan artikel ini

KALAM INDONESIA NEWS

Sungai Penuh – Gubernur Jambi, Al Haris, kembali menerima gelar adat kehormatan dari Lembaga Kerapatan Adat Enam Luhah Sungai Penuh dalam rangkaian Kenduri Sko Enam Luhah Sungai Penuh 2026 yang digelar di Tanah Mendapo, Kota Sungai Penuh, Sabtu (4/7/2026).

Pada prosesi adat yang mengusung tema “Membudayakan Masyarakat Adat yang Beradab” tersebut, Gubernur Al Haris yang sebelumnya telah bergelar Datuk Mangkubumi Setio Alam, kembali dianugerahi gelar adat Depati Amanah Negroi Tanoh Sunge Pnoh sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan kepeduliannya terhadap pelestarian adat dan budaya masyarakat Kerinci.

Selain Gubernur Al Haris, gelar adat kehormatan juga diberikan kepada Alfin dengan gelar Depati Susun Negroi Tanoh Sungei Pnoh, Monadi dengan gelar Depati Sinar Bumi Sakti, serta Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh, Alpian, yang menerima gelar Depati Setiawan Negroi Sungai Pnoh.

Dalam sambutannya, Gubernur Al Haris mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga warisan budaya di tengah derasnya arus modernisasi. Menurutnya, kemajuan pembangunan tidak boleh menghilangkan identitas budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur.

“Adat bagi masyarakat Kota Sungai Penuh dan Provinsi Jambi bukan sekadar tradisi. Adat adalah cara kita memahami hidup, menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah, menunjukkan bahwa adat dan agama saling menguatkan,” ujar Al Haris.

Gubernur juga menilai pelaksanaan Kenduri Sko tahun ini memiliki nilai sejarah yang sangat penting. Pasalnya, kegiatan tersebut kembali digelar setelah sekitar dua dekade tidak dilaksanakan sejak Sungai Penuh masih menjadi bagian dari Kabupaten Kerinci.

Momentum tersebut, menurutnya, harus menjadi kebangkitan semangat masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan adat istiadat daerah.

Al Haris turut mengapresiasi para tokoh adat yang selama ini tetap menjaga eksistensi budaya Kerinci. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan serta tidak mudah terpecah oleh perbedaan pilihan politik.

“Kita ini satu, kita satu Sakti Alam Kerinci,” tegasnya.

Lebih lanjut, Gubernur menekankan pentingnya sinergi antara Pemerintah Kota Sungai Penuh dan Pemerintah Kabupaten Kerinci dalam membangun kawasan yang lebih maju. Menurutnya, hubungan harmonis antarpemimpin daerah menjadi modal besar dalam mempercepat pembangunan.

Ia juga berharap Kenduri Sko mampu menjadi benteng budaya menghadapi pengaruh negatif globalisasi dan perkembangan teknologi informasi. Karena itu, rumah adat beserta simbol-simbol adat diharapkan berada di bawah pembinaan satu lembaga adat yang kuat agar keberlangsungan budaya tetap terjaga.

Sementara itu, Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pelestarian budaya melalui Kenduri Sko. Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang menjaga tradisi, tetapi juga berkembang menjadi agenda wisata budaya unggulan yang mampu menarik kunjungan wisatawan.

Menurutnya, Kenduri Sko merupakan warisan budaya yang sarat nilai gotong royong, musyawarah, penghormatan kepada leluhur, serta falsafah adat bersendi syara’, syara’ bersendi Kitabullah yang menjadi dasar kehidupan masyarakat Kerinci.

Acara berlangsung semarak dengan penampilan berbagai kesenian tradisional, di antaranya atraksi pencak silat, Tari Iyo-Iyo, Tari Rangguk, Tari Sekapur Sirih, hingga Tari Asoak yang menggambarkan kekayaan budaya dan kearifan lokal masyarakat Sungai Penuh.

Kenduri Sko Enam Luhah Sungai Penuh 2026 diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat identitas budaya masyarakat sekaligus mendorong pelestarian adat sebagai bagian dari pembangunan daerah yang berkelanjutan.

(Red-Kin)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *