KALAM INDONESIA NEWS
Sarolangun – Harapan masyarakat Desa Simpang Narso, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, untuk menikmati akses jalan yang layak hingga kini belum juga terwujud. Jalan penghubung antara Desa Simpang Narso dan Desa Muara Air Dua sepanjang kurang lebih dua kilometer masih sulit dilalui kendaraan roda empat.
Saat ini, akses utama masyarakat hanya bisa dilewati sepeda motor. Sementara kendaraan roda empat tidak dapat melintas karena kondisi jalan dan jembatan gantung yang tidak memungkinkan dilalui mobil.
Akibat keterbatasan tersebut, aktivitas masyarakat menjadi sangat terhambat. Untuk mengangkut perlengkapan rumah tangga berukuran besar, seperti lemari pakaian, warga terpaksa memikulnya secara bergotong royong melewati jalan tersebut.
Kesulitan yang lebih besar juga dirasakan saat membangun rumah. Material bangunan seperti batu bata, semen, pasir, hingga berbagai perlengkapan lainnya harus diangkut menggunakan jasa ojek sepeda motor, sehingga biaya pembangunan menjadi jauh lebih mahal dibandingkan daerah yang memiliki akses jalan memadai.
Praja, salah seorang warga Desa Simpang Narso, mengatakan masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Sarolangun memberikan perhatian serius terhadap kondisi infrastruktur di desa mereka.
“Kami berharap pemerintah kabupaten memperhatikan akses jalan utama menuju desa kami. Sampai hari ini kami belum benar-benar merasakan kemerdekaan, terutama dalam hal akses jalan. Semoga pembangunan jalan ini menjadi prioritas agar perekonomian dan aktivitas masyarakat bisa lebih maju,” ujar Praja.
Masyarakat berharap pembangunan jalan penghubung Desa Simpang Narso–Desa Muara Air Dua segera direalisasikan. Mereka menilai akses jalan yang layak merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting untuk menunjang perekonomian, pendidikan, pelayanan kesehatan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.
(Red-KIN)















