Example floating
Example floating
BeritaDaerahSarolangun

Sosialisasi Akbar Cegah Intoleransi, Radikalisme, Perundungan dan Narkoba, Ribuan Pelajar Sarolangun Ikuti Edukasi

97
×

Sosialisasi Akbar Cegah Intoleransi, Radikalisme, Perundungan dan Narkoba, Ribuan Pelajar Sarolangun Ikuti Edukasi

Sebarkan artikel ini

KALAM INDONESIA NEWS

Sarolangun – Polres Sarolangun bersama Pemerintah Kabupaten Sarolangun dan instansi terkait menggelar Sosialisasi Akbar Pencegahan Paham Intoleransi, Radikal, Ekstremisme dan Terorisme (IRET), Tindak Pidana Terorisme Lanjutan (TCC), Perundungan, serta Bahaya Narkoba di lingkungan pendidikan. Kegiatan berlangsung di GOR Kabupaten Sarolangun, Kamis (6/8/2026), mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai.

Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 5.442 peserta secara langsung dan 10.000 peserta secara daring, yang terdiri dari pelajar SMA, SMK, MAN, SMP, MTs, pondok pesantren, serta guru Bimbingan Konseling se-Kabupaten Sarolangun. Sosialisasi ini menjadi bentuk sinergi antara Pemerintah Daerah, Densus 88 Antiteror Polri, Polres Sarolangun, dan seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat pemahaman serta membangun karakter generasi muda agar terhindar dari pengaruh paham menyimpang.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I., Kasatgaswil Jambi Densus 88 AT Polri Kombes Pol Beri Diatra, S.I.K., M.H., CPHR., CBA., CHRA., Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi M. Umar MY, S.E., M.M., Bupati Sarolangun H. Hurmin, Wakil Bupati Sarolangun Gerry Trisatwika, Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah, S.I.K., M.H., Wakapolres Sarolangun Kompol Sumarno Berutu, S.H., unsur Forkopimda, kepala OPD, para Kapolsek, perwira Polres Sarolangun, serta kepala sekolah se-Kabupaten Sarolangun.

Dalam sambutannya, Bupati Sarolangun mengajak seluruh pelajar untuk membangun karakter yang berakhlak mulia, mencintai tanah air, serta menolak segala bentuk paham yang bertentangan dengan Pancasila dan mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ia juga mengimbau para pelajar agar bijak menggunakan media sosial, menghindari penyebaran ujaran kebencian, serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi radikalisme maupun perundungan.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jambi menegaskan bahwa ancaman paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme harus dicegah sejak dini. Menurutnya, pelajar harus memiliki kemampuan berpikir kritis, memverifikasi informasi sebelum membagikannya, serta menjauhi konten yang mengandung kekerasan, ekstremisme, maupun informasi negatif lainnya.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi turut menekankan pentingnya penguatan pendidikan karakter, wawasan kebangsaan, serta moderasi beragama di lingkungan sekolah. Ia menilai kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan aparat keamanan menjadi kunci dalam membentengi generasi muda dari berbagai ancaman sosial.

Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah menyampaikan komitmen Polres Sarolangun dalam mendukung upaya pencegahan melalui pendekatan edukatif. Ia mengajak seluruh pelajar menjadi generasi yang disiplin, taat hukum, serta tidak mudah terprovokasi oleh propaganda yang menyesatkan.

Pada sesi materi, Kasatgaswil Jambi Densus 88 AT Polri Kombes Pol Beri Diatra menjelaskan bahwa penyebaran paham radikal saat ini banyak memanfaatkan media digital. Ia juga mengingatkan bahwa perundungan bukan sekadar candaan, melainkan bentuk kekerasan yang dapat menimbulkan dampak serius dan berpotensi berujung pada proses hukum.

Peserta juga mendapat kesempatan mendengarkan pengalaman langsung dari Mitra Deradikalisasi sekaligus mantan narapidana terorisme, Giovanov Rafli. Dalam testimoninya, ia mengungkapkan bagaimana doktrin menyimpang sering memelintir ajaran agama untuk membenarkan tindakan kekerasan. Ia mengajak para pelajar agar belajar agama dari sumber yang terpercaya serta menyelesaikan setiap persoalan melalui cara-cara damai sesuai ketentuan hukum.

Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 11.30 WIB dalam suasana aman, tertib, dan penuh antusiasme. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran pelajar terhadap bahaya intoleransi, radikalisme, terorisme, perundungan, dan penyalahgunaan narkoba, sehingga tercipta generasi muda Sarolangun yang berkarakter, berwawasan kebangsaan, dan siap menjaga persatuan bangsa.

(Red-KIN)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *