Example floating
Example floating
BeritaDaerahMerangin

Kades Selango Bantah Jalan Rusak Parah, Ini Fakta!

92
×

Kades Selango Bantah Jalan Rusak Parah, Ini Fakta!

Sebarkan artikel ini

KALAM INDONESIA NEWS

Merangin – Pemberitaan terkait kondisi jalan Desa Selango, Kecamatan Pamenang Selatan, Kabupaten Merangin, yang sebelumnya dinarasikan mengalami kerusakan parah atau “hancur lebur”, mendapat bantahan dari Kepala Desa Selango, Anhar.

Menurut Anhar, narasi mengenai kondisi jalan tersebut dinilai tidak menggambarkan fakta secara utuh di lapangan. Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah melakukan perbaikan melalui pekerjaan perkerasan jalan, bahkan masyarakat turut mendukung proses tersebut.

“Saya sebagai kepala desa sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati Merangin yang sudah memperbaiki jalan kami. Saya tidak sepakat dengan pemberitaan tersebut. Setelah perbaikan jalan dilakukan pemerintah Merangin, banyak kendaraan besar yang membawa alat berat keluar dari Desa Selango. Tentu ini menjadi salah satu faktor jalan menjadi labil kembali,” ungkap Anhar, Rabu (2/9/2026).

Ia menjelaskan, sebelum pekerjaan perkerasan dilakukan, masyarakat Desa Selango juga membentuk panitia untuk membantu menyediakan material dari sungai yang berada di wilayah desa. Material tersebut kemudian dimanfaatkan untuk mendukung perbaikan sejumlah titik jalan.

“Sebagai bentuk dukungan kami atas perbaikan jalan desa, warga sepakat membentuk panitia untuk menyediakan material dan menentukan titik jalan yang rusak serta berpotensi sulit dilalui saat musim hujan. Mereka juga menunggui alat Dinas PU bekerja sampai selesai,” ujarnya.

Anhar menyebut terdapat sekitar tiga titik yang sebelumnya dinilai sulit ditangani pemerintah desa, terutama ketika musim hujan. Namun, setelah dilakukan perkerasan oleh Dinas Pekerjaan Umum, kondisi jalan sepanjang lebih dari enam kilometer menuju Desa Tanjung Benuang disebut sudah jauh lebih baik.

“Saya sendiri bersama perangkat desa yang menentukan tiga titik lokasi perkerasan. Bahkan kami melihat langsung material yang banyak kami hampar di jalan untuk kemudian digilas alat. Wajar saja kalau setelah hujan debu yang ada di jalan menjadi lumpur. Tetapi setelah hujan, jalan kembali terbentuk dan menjadi bagus. Mana yang dibilang hancur lebur?” tegas Anhar.

Ia juga mempertanyakan narasi yang menyebut jalan tersebut tidak dapat dilalui masyarakat. Menurutnya, aktivitas warga tetap berjalan, termasuk pengangkutan hasil perkebunan kelapa sawit menuju luar desa.

“Kalau jalan hancur lebur, sudah pasti warga tidak bisa melewati jalan yang diviralkan. Sementara banyak warga setiap hari membawa hasil kebun seperti kelapa sawit untuk dijual ke luar desa,” katanya.

Anhar mengajak seluruh pihak untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang telah dilakukan pemerintah dan tidak melebih-lebihkan kondisi di lapangan.

“Terlalu berlebihan kalau dibilang jalannya hancur lebur. Warga setiap hari membawa hasil kebun untuk dijual ke luar desa dengan aman. Mari kita dukung pemerintah yang membangun desa kami, jangan dilebih-lebihkan,” tegasnya.

Sementara itu, Anang, salah seorang warga Desa Selango, juga menyampaikan bahwa pekerjaan perkerasan jalan telah dilakukan dan sejauh ini masyarakat tidak merasa kecewa terhadap perbaikan tersebut.

Ia menilai kondisi jalan setelah hujan perlu dilihat secara utuh karena aktivitas kendaraan yang melintas dapat meninggalkan bekas roda dan membuat permukaan jalan terlihat berlumpur.

“Wajar saja habis hujan terus orang melintas, bekas ban kendaraan sudah banyak. Siangnya jalan jadi keras dan tidak ada kendala. Mana yang dibilang warga kecewa? Kami sangat berterima kasih. Selama ini kami menempuh jalan cukup sulit, sekarang sudah bagus dan kami merasa diperhatikan pemerintah,” ucap Anang.

Kades Selango berharap persoalan kondisi jalan dapat dilihat berdasarkan fakta di lapangan serta tidak menimbulkan kesan seolah-olah pemerintah tidak melakukan perbaikan.

 

(Red-KIN)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *