KALAM INDONESIA NEWS
Sarolangun — Upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Sarolangun terus dilakukan melalui evaluasi langsung terhadap kepuasan masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) atas pelayanan publik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sarolangun Tahun 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Egi dari Universitas Jambi (UNJA) melalui program Ombudsman turut melakukan pengumpulan data dan menggali penilaian masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan oleh instansi pemerintah.
Berdasarkan dokumen survei yang diperlihatkan, penilaian masyarakat mencakup sejumlah unsur pelayanan. Di antaranya kesesuaian persyaratan pelayanan, kemudahan prosedur, kecepatan waktu pelayanan, kewajaran biaya, kualitas hasil pelayanan, kompetensi petugas, perilaku petugas, sarana dan prasarana, serta penanganan pengaduan pengguna layanan.
Egi yang terlibat dalam kegiatan tersebut terlihat melakukan pendampingan dan pemeriksaan dokumen bersama masyarakat. Proses tersebut menjadi bagian dari upaya memperoleh gambaran mengenai pengalaman masyarakat ketika menerima pelayanan publik.
“Survei ini penting untuk mengetahui bagaimana masyarakat merasakan langsung pelayanan yang diberikan. Masukan dari masyarakat nantinya dapat menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan pelayanan,” ujar Egi dari UNJA dalam keterangannya kepada wartawan.
Dalam formulir survei, masyarakat juga diberikan ruang untuk memberikan penilaian mengenai kualitas pelayanan serta menyampaikan pengaduan atau masukan. Beberapa pertanyaan secara khusus meminta responden menilai kompetensi dan perilaku petugas, kualitas sarana-prasarana, hingga bagaimana pengelolaan pengaduan pengguna layanan.
Kegiatan survei tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan administratif, tetapi benar-benar menjadi instrumen evaluasi bagi pemerintah dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Menurut Egi, keterlibatan masyarakat sangat penting karena masyarakat merupakan pihak yang secara langsung menerima pelayanan.
“Harapannya, hasil survei ini dapat memberikan gambaran yang objektif dan menjadi masukan bagi peningkatan kualitas pelayanan publik ke depan,” katanya.
Dokumentasi kegiatan juga memperlihatkan proses pemeriksaan dan pembahasan dokumen bersama masyarakat di lokasi pelayanan.
Melalui survei tersebut, masyarakat diharapkan semakin berani menyampaikan penilaian secara jujur, baik ketika pelayanan sudah berjalan dengan baik maupun ketika masih terdapat hal-hal yang perlu diperbaiki.
Hasil evaluasi diharapkan dapat mendorong pelayanan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sarolangun menjadi semakin mudah, cepat, transparan, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
(Red-KIN)















