Example floating
Example floating
BeritaDaerahHukumInternasionalJambiMerangin

Tokoh Muda Jambi Desak Aparat Bertindak, Jangan Tunggu Jembatan Talang Segegah Roboh

832
×

Tokoh Muda Jambi Desak Aparat Bertindak, Jangan Tunggu Jembatan Talang Segegah Roboh

Sebarkan artikel ini

KALAM INDONESIA NEWS

Merangin  — Persoalan aktivitas alat berat yang disebut melakukan penggalian di bawah Jembatan Talang Segegah, Kecamatan Rena Pembarab, Kabupaten Merangin, mendapat sorotan serius dari tokoh muda asal Desa Talang Segegah, Khoiron Fauzi, S.Kom.I.

Khoiron meminta aparat penegak hukum tidak menunggu sampai terjadi kerusakan atau bahkan robohnya jembatan baru mengambil tindakan. Menurutnya, langkah pencegahan jauh lebih penting karena jembatan tersebut merupakan akses utama masyarakat menuju Desa Talang Segegah.

Ia mempertanyakan mengapa aktivitas alat berat yang berada di bawah jembatan tersebut belum mendapat tindakan apabila memang benar berpotensi mengganggu keamanan konstruksi jembatan.

“Kenapa harus menunggu sampai jembatan rusak atau roboh baru bertindak? Kalau sampai jembatan roboh, siapa yang bertanggung jawab? Masyarakat yang akan menjadi korban dan dirugikan,” tegas Khoiron.

Ia menilai apabila jembatan sampai mengalami kerusakan akibat aktivitas penggalian atau kegiatan lain di bawahnya, masyarakat akan menghadapi persoalan besar. Terlebih, pembangunan kembali jembatan membutuhkan biaya yang tidak sedikit dan tidak mungkin dibebankan kepada masyarakat.

“Kalau jembatan ini roboh, pemain PETI atau pihak yang melakukan aktivitas di bawah jembatan tentu tidak akan mampu membangun kembali jembatan untuk masyarakat. Yang paling dirugikan adalah masyarakat,” ujarnya.

Khoiron menegaskan, kepentingan masyarakat harus menjadi prioritas. Jangan sampai kepentingan pribadi atau keuntungan dari suatu aktivitas justru mengorbankan keselamatan dan akses masyarakat.

“Kami tidak ingin masyarakat ditindas dan dirugikan. Ini menyangkut akses masyarakat. Pemerintah dan aparat penegak hukum harus hadir sebelum persoalan menjadi lebih besar,” katanya.

Ia meminta Kapolres Merangin dan Kapolsek Sungai Manau segera turun langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi sebenarnya serta memeriksa legalitas dan tujuan aktivitas alat berat tersebut.

Khoiron juga meminta Kapolda Jambi dan Kapolri memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut apabila hasil pemeriksaan di lapangan menemukan dugaan pelanggaran hukum.

Selain itu, ia berharap Bupati Merangin segera mengambil langkah sesuai kewenangannya untuk memastikan keamanan Jembatan Talang Segegah dan keberlangsungan akses masyarakat.

“Jangan sampai setelah jembatan roboh baru semua pihak bergerak. Pencegahan harus dilakukan sekarang. Kalau memang aktivitas tersebut melanggar aturan, silakan ditindak sesuai hukum,” tegasnya.

Khoiron berharap persoalan tersebut tidak berhenti pada pernyataan, tetapi benar-benar ditindaklanjuti melalui pengecekan lapangan dan tindakan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kalam Indonesia News masih membuka ruang bagi pihak kepolisian, pemerintah daerah, pemilik alat berat, maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan klarifikasi mengenai aktivitas tersebut.

 

(Red-KIN)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *