Example floating
Example floating
Berita

Bupati dan Wakil Bupati Sarolangun Laksanakan Sholat Idul Adha di Mesjid As Sulthon

44
×

Bupati dan Wakil Bupati Sarolangun Laksanakan Sholat Idul Adha di Mesjid As Sulthon

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SAROLANGUN – Bupati Sarolangun H. Hurmin bersama Wakil Bupati Sarolangun Gerry Trisatwika melaksanakan Sholat Idul Adha 1447 Hijriah di Mesjid As Sulthon Sarolangun, Rabu (27/05/2026).

Pelaksanaan Sholat Idul Adha berlangsung khidmat dan diikuti ratusan jamaah dari berbagai kalangan masyarakat. Momentum Hari Raya Kurban tersebut juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Sarolangun.

Example 300x600

Dalam sambutannya, Bupati Sarolangun H. Hurmin mengatakan bahwa momentum Hari Raya Idul Adha menjadi refleksi tentang perjuangan, keikhlasan, dan pengorbanan dalam kehidupan.

Menurutnya, ketahanan sebuah keluarga maupun masyarakat sangat dipengaruhi oleh semangat kebersamaan, kepedulian sosial, serta rasa syukur dalam menghadapi berbagai kondisi ekonomi yang berbeda.

“Idul Adha mengajarkan kita untuk saling membantu, berbagi kepada sesama, serta menumbuhkan rasa sukacita dan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyinggung kondisi dunia yang saat ini masih belum stabil, ditandai dengan berbagai konflik internasional yang terjadi di sejumlah negara, sehingga memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat secara luas.

Lebih lanjut, Hurmin menjelaskan bahwa perintah berkurban sejatinya telah ada sejak zaman Nabi Adam AS, ketika Allah SWT memerintahkan kedua putra Nabi Adam, yakni Qabil dan Habil, untuk melaksanakan kurban.

Kemudian, peristiwa kurban tersebut semakin ditegaskan pada masa Nabi Ibrahim AS dan putranya Nabi Ismail AS. Nabi Ibrahim AS dikenal sebagai sosok yang sangat taat kepada Allah SWT dan gemar melaksanakan kurban. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Nabi Ibrahim AS hampir setiap tahun menyembelih hewan kurban dalam jumlah yang sangat banyak, mencapai ratusan ekor.

Sementara itu, Ustad Agil Sulthon, dalam khutbahnya menyampaikan bahwa esensi ibadah kurban adalah bentuk ketakwaan dan upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Menurutnya, kurban bukan dinilai dari besar kecilnya hewan ataupun kemewahan yang ditampilkan, melainkan dari keikhlasan hati saat melaksanakannya.

“Esensi dari kurban adalah bagaimana kita mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Bukan soal hebat atau besarnya hewan kurban, tetapi ketakwaan dan keikhlasan itulah yang sampai kepada Allah SWT,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa ibadah kurban harus dilakukan dengan niat yang tulus serta memilih hewan kurban yang terbaik, sehat, dan layak. Sebab, kurban merupakan bentuk ibadah dan pengorbanan seorang hamba kepada Sang Pencipta.

“Kalau berkurban, pilihlah yang terbaik, yang sehat, dan yang bagus. Karena ini adalah ibadah yang kita lakukan untuk mengharapkan ridho Allah SWT,” tambahnya.

Usai melaksanakan sholat Idul Adha di Mesjid As Sulthon, bupati dan rombongan langsung bertolak ke mesjid Al Falah untuk menyembuhkan hewan kurban bantuan dari Presiden Prabowo Subianto. (kon)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *