KALAM INDONESIA NEWS
Muaro Jambi – Gubernur Jambi, , menyampaikan apresiasi tinggi kepada pimpinan dan pengasuh Pondok Pesantren Thoriqul Jannah Al-Firdaus atas dedikasinya dalam mencerdaskan umat melalui pendidikan gratis bagi para santri.
Apresiasi tersebut disampaikan Gubernur saat menghadiri Tabligh Akbar dan Haflah Akhirussannah di Pondok Pesantren Thoriqul Jannah Al-Firdaus (TJF), yang berlokasi di Jalan Muaro Bulian, Desa Muaro Pijoan, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi, Jumat (5/6/2026) malam.
Dalam sambutannya, Al Haris mengajak seluruh hadirin untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat dan kesempatan yang diberikan sehingga dapat berkumpul dalam kegiatan keagamaan tersebut.
“Rasa syukur ini insya Allah mengantarkan kita menjadi hamba yang kelak bernaung bersama para syuhada dan Rasulullah SAW. Mari terus bershalawat, semoga kita mendapat syafaat beliau,” ujar Al Haris.
Gubernur menegaskan bahwa membangun dan mengelola pondok pesantren bukanlah perkara mudah. Menurutnya, diperlukan keteguhan hati, keistiqamahan, kesabaran, serta kemampuan ekonomi agar lembaga pendidikan Islam dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Setiap pondok pesantren pasti memiliki suka dan duka. Jika pendirinya tidak kuat secara istiqamah dan ekonomi, tentu sulit untuk bertahan. Alhamdulillah, pengasuh pondok ini mampu menjaga keduanya dengan baik sehingga pesantren dapat berkembang hingga saat ini,” katanya.
Al Haris secara khusus memberikan penghargaan atas komitmen Ponpes Thoriqul Jannah Al-Firdaus yang memberikan pendidikan tanpa memungut biaya dari para santri.
“Hari ini mencari pondok pesantren yang benar-benar gratis sangat sulit. Banyak yang masih membebankan biaya bangunan, pakaian, maupun makan. Namun di sini semuanya digratiskan. Ini menunjukkan bahwa pendirian pondok ini benar-benar didasari niat ibadah dan pengabdian untuk mendidik generasi umat,” ungkapnya.
Selain berperan dalam pendidikan agama, Al Haris juga mengapresiasi kontribusi ekonomi pesantren melalui berbagai usaha yang dikembangkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Menurutnya, keberadaan pesantren sangat penting sebagai benteng moral dan pusat pembentukan karakter generasi muda. Pesantren menjadi tempat yang menanamkan nilai-nilai keagamaan, akhlakul karimah, serta membekali santri dengan ilmu yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan zaman.
“Bayangkan jika tidak ada pesantren. Bagaimana akhlak anak-anak kita dan bagaimana pemahaman agama mereka. Pondok pesantren inilah yang membimbing mereka menjadi generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Jambi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Jambi turut menyerahkan bantuan sebesar Rp20 juta untuk mendukung pengembangan pondok pesantren.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ustadzah Mumpuni Handayayekty mengingatkan pentingnya adab dan ilmu dalam kehidupan. Ia menegaskan bahwa martabat seseorang tidak hanya ditentukan oleh pengetahuan yang dimiliki, tetapi juga oleh akhlak dan keimanannya.
“Dahi manusia dihargai karena ilmunya, bibir karena zikirnya, dan hati karena imannya,” pesannya.
Kegiatan tersebut dihadiri para kiai, ustaz dan ustazah, tokoh masyarakat, orang tua santri, serta ratusan santri dan santriwati yang mengikuti rangkaian acara dengan penuh khidmat.
(Redaksi)

















