KALAM INDONESIA NEWS
Agam — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lubuk Basung terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui kegiatan peternakan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE).
Pada Kamis (22/10/2026), jajaran Lapas Kelas IIB Lubuk Basung melaksanakan pengawasan rutin terhadap sektor peternakan ayam petelur dan bebek. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan pengelolaan peternakan berjalan dengan baik sekaligus mendukung produktivitas dan keterampilan kerja warga binaan.
Pengawasan meliputi pemeriksaan kondisi kandang, pemberian pakan ternak, serta pencatatan dan penghitungan produksi telur harian. Berdasarkan hasil pencatatan, produksi telur bebek mencapai sekitar 60 butir per hari, sedangkan ayam petelur menghasilkan sekitar 260 butir per hari.
Kepala Lapas Kelas IIB Lubuk Basung, Budi Suharto, melalui kegiatan pengawasan tersebut menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan program pembinaan kemandirian, termasuk memastikan kesehatan ternak, kebersihan kandang, dan pelaksanaan tugas warga binaan di area peternakan.
Program peternakan di SAE menjadi salah satu sarana pembelajaran praktis bagi WBP untuk memperoleh pengalaman dan keterampilan di bidang peternakan. Keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal positif bagi warga binaan ketika kembali ke tengah masyarakat.
Selain mendukung pembinaan, pengawasan rutin juga berfungsi sebagai bentuk kontrol terhadap pelaksanaan kegiatan kerja serta upaya menjaga produktivitas peternakan agar berjalan secara tertib dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Lubuk Basung diharapkan terus mengoptimalkan program pembinaan berbasis keterampilan yang produktif, sehingga warga binaan memiliki kemampuan dan kesiapan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana.
(Red-KIN)















