Example floating
Example floating
BeritaDaerahSarolangun

Dugaan Ketidaksesuaian Seleksi Mitra BPS Sarolangun, Pelamar Pertanyakan Transparansi Kelulusan

69
×

Dugaan Ketidaksesuaian Seleksi Mitra BPS Sarolangun, Pelamar Pertanyakan Transparansi Kelulusan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

KALAM INDONESIA NEWS

Sarolangun – Proses rekrutmen Mitra Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sarolangun tahun 2026 menuai sorotan. Sejumlah pelamar mempertanyakan transparansi dan objektivitas seleksi setelah muncul dugaan adanya peserta yang dinyatakan lulus meskipun tidak tercantum dalam data pendaftar maupun tahapan seleksi yang diketahui para pelamar.

Example 300x600

Salah seorang pelamar berinisial PA mengaku kecewa dengan mekanisme seleksi yang dinilai tidak berjalan sesuai prinsip keterbukaan dan meritokrasi. Menurutnya, sistem rekrutmen digital yang diterapkan seharusnya mampu menjamin proses yang transparan, objektif, dan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta.

“Pada awalnya kami berharap sistem pendaftaran melalui aplikasi dan akun digital BPS dapat menghadirkan proses seleksi yang profesional dan bebas intervensi. Namun fakta di lapangan justru menimbulkan banyak pertanyaan,” ujar PA.

PA mengungkapkan bahwa sejumlah pelamar yang sebelumnya dinyatakan lolos seleksi tidak memperoleh panggilan maupun penawaran kerja. Alasan yang diterima adalah keterbatasan kuota. Namun di sisi lain, terdapat nama-nama yang disebut kembali bekerja sebagai mitra meskipun diduga tidak mengikuti seluruh tahapan seleksi sebagaimana peserta lainnya.

Lebih lanjut, PA menyoroti adanya dugaan ketidaksesuaian data antara daftar pendaftar, peserta seleksi, dan daftar peserta yang dinyatakan lulus.

“Berdasarkan penelusuran yang kami lakukan, terdapat sejumlah nama yang tidak ditemukan dalam data peserta yang mengikuti tahapan seleksi maupun wawancara, tetapi muncul dalam daftar kelulusan,” katanya.

Dugaan tersebut diperkuat dengan adanya informasi yang beredar di kalangan pelamar terkait nama-nama tertentu yang disebut-sebut mendapat perlakuan khusus dalam proses seleksi. Namun hingga kini informasi tersebut masih memerlukan klarifikasi dan verifikasi dari pihak terkait.

Sejumlah bukti berupa dokumen dan tangkapan layar percakapan juga disebut telah dikumpulkan oleh pihak pelapor untuk mendukung dugaan adanya ketidaksesuaian dalam proses rekrutmen tersebut.

Para pelamar berharap BPS Kabupaten Sarolangun maupun pihak BPS yang berwenang dapat memberikan penjelasan resmi kepada publik terkait mekanisme seleksi, dasar penetapan peserta yang dinyatakan lulus, serta klarifikasi atas dugaan yang berkembang di tengah masyarakat.

Menurut mereka, keterbukaan informasi sangat penting guna menjaga kepercayaan publik terhadap proses rekrutmen mitra statistik yang selama ini menjadi bagian penting dalam pelaksanaan berbagai kegiatan pendataan nasional.

Jika terbukti terdapat ketidaksesuaian dalam proses seleksi, para pelamar meminta dilakukan evaluasi menyeluruh agar prinsip keadilan, transparansi, dan profesionalisme benar-benar dapat diterapkan dalam setiap tahapan rekrutmen.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak BPS Kabupaten Sarolangun belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada seluruh pihak yang disebut maupun berkepentingan dalam pemberitaan ini sesuai ketentuan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.

(Redaksi)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *