KALAM INDONESIA NEWS
Agam — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lubuk Basung, Sumatera Barat, melakukan pemeriksaan kesehatan dan skrining kondisi kejiwaan terhadap dua tahanan baru, Selasa (29/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Klinik Lapas Kelas IIB Lubuk Basung mulai pukul 09.30 WIB tersebut merupakan bagian dari pemeriksaan awal untuk mengetahui kondisi kesehatan fisik dan mental tahanan sebelum menjalani masa penahanan.
Pemeriksaan dilakukan oleh CPNS dan peserta magang di bawah pengawasan perawat Klinik Lapas. Selain pemeriksaan kesehatan, kedua tahanan baru juga menjalani Brief Jail Mental Health Screen (BJMHS), yakni skrining awal untuk mengidentifikasi secara dini kemungkinan adanya permasalahan kesehatan mental pada individu yang baru memasuki lingkungan pemasyarakatan.
Kepala Lapas Kelas IIB Lubuk Basung, Budi Suharto, IP, SH, mengatakan pemeriksaan kesehatan dan skrining kejiwaan menjadi bagian penting dalam proses penerimaan tahanan baru.
“Pemeriksaan ini merupakan bagian dari upaya kami untuk mengetahui kondisi kesehatan fisik maupun mental tahanan sejak awal. Hasil pemeriksaan akan menjadi bahan pemantauan dan tindak lanjut apabila ditemukan adanya indikasi permasalahan kesehatan,” ujar Budi Suharto.
Menurutnya, pelaksanaan BJMHS juga menjadi langkah deteksi dini terhadap kondisi psikologis tahanan. Apabila ditemukan indikasi yang membutuhkan perhatian lebih lanjut, pihak Lapas dapat melakukan pemantauan serta memberikan penanganan sesuai kebutuhan dan prosedur yang berlaku.
Selain pemeriksaan kesehatan dan skrining kejiwaan, Lapas Lubuk Basung juga memberikan perlengkapan kebutuhan mandi kepada kedua tahanan baru sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan dasar selama berada di lingkungan Lapas.
Budi Suharto menambahkan, hasil pemeriksaan kesehatan akan terus dipantau oleh petugas kesehatan Lapas. Tahanan yang terindikasi mengalami persoalan kesehatan, baik fisik maupun kejiwaan, akan mendapatkan tindak lanjut sesuai hasil pemeriksaan dan kebutuhan medis.
“Prinsipnya, kami memastikan setiap tahanan yang masuk mendapatkan pemeriksaan awal dan perhatian terhadap kondisi kesehatannya. Jika ditemukan indikasi tertentu, tentu akan dilakukan pemantauan dan tindak lanjut sesuai prosedur,” katanya.
Seluruh rangkaian kegiatan pemeriksaan kesehatan, skrining kejiwaan, dan pemberian perlengkapan kebutuhan dasar berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Lapas Kelas IIB Lubuk Basung dalam memperkuat pelayanan kesehatan serta deteksi dini terhadap kondisi kesehatan mental tahanan sejak awal memasuki lingkungan pemasyarakatan.
(Citra Jaya)















