Example floating
Example floating
BeritaInternasional

Iran Serang Pangkalan Militer AS di Teluk Persia, Ketegangan Kembali Memanas

90
×

Iran Serang Pangkalan Militer AS di Teluk Persia, Ketegangan Kembali Memanas

Sebarkan artikel ini

KALAM INDONESIA NEWS 

Washington – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat setelah Iran dilaporkan melancarkan serangan terhadap pangkalan militer AS di kawasan Teluk Persia pada Kamis (9/7/2026). Insiden tersebut disebut sebagai respons atas serangan balasan Amerika Serikat terhadap sejumlah wilayah di pesisir selatan dan provinsi timur Iran.

Perkembangan terbaru ini semakin mengikis gencatan senjata yang baru berlangsung sekitar tiga pekan. Sejumlah wilayah Iran yang dilaporkan menjadi sasaran serangan sebelumnya antara lain Bushehr, yang merupakan lokasi pembangkit listrik tenaga nuklir, serta Konarak, Choghadak, dan Bandar Abbas.

Seorang pejabat Amerika Serikat menyatakan bahwa pihaknya tidak melakukan serangan dalam beberapa jam terakhir. Namun, situasi di kawasan tetap memanas di tengah saling tuding antara kedua negara.

Ketegangan tersebut juga terjadi bertepatan dengan prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, di Kota Mashhad yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat (10/7/2026) pagi waktu Indonesia.

Sebelumnya, Amerika Serikat menuduh Iran berada di balik serangan terhadap kapal-kapal milik Qatar dan Arab Saudi di Selat Hormuz pada awal pekan. Menyikapi situasi itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata antara Washington dan Teheran telah berakhir.

Meski demikian, sejumlah pejabat AS lainnya menegaskan bahwa pemerintah Amerika masih berkomitmen mencari penyelesaian diplomatik. Pembicaraan teknis untuk mengakhiri konflik disebut masih terus berlangsung.

Di sisi lain, Angkatan Laut Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan intervensi AS terhadap jalur pelayaran di Selat Hormuz telah menghambat proses normalisasi lalu lintas kapal di kawasan tersebut. Menurut IRGC, aktivitas pelayaran yang berada di bawah pengawasan Iran kini telah pulih sekitar 50 persen dibandingkan kondisi sebelum konflik.

Iran juga menegaskan bahwa izin melintas di Selat Hormuz hanya akan diberikan kepada kapal-kapal yang menggunakan jalur pelayaran sesuai ketentuan Teheran. Garda Revolusi memperingatkan bahwa setiap intervensi lanjutan dari Amerika Serikat akan mendapat respons yang lebih keras.

Perkembangan konflik ini menjadi perhatian dunia internasional mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu jalur distribusi energi paling strategis di dunia. Eskalasi lebih lanjut dikhawatirkan dapat memengaruhi stabilitas keamanan kawasan dan perekonomian global.

(Red-Kin)

Sumber: KompasTV.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *