KALAM INDONESIA NEWS
Sarolangun – Memperingati Hari Santri Nasional 2026, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sarolangun menegaskan komitmen untuk meneladani nilai-nilai kesantrian dalam proses pembinaan warga binaan pemasyarakatan.
Mengangkat tema nasional “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, Kepala Lapas Kelas IIB Sarolangun, Ibnu Faizal, menyebut bahwa karakter santri yang berakhlak, cinta tanah air, dan rela mengabdi sangat relevan dengan tujuan sistem pemasyarakatan.
“Hari Santri bukan sekadar seremonial. Ini pengingat bahwa ilmu, adab, dan pengabdian adalah jalan perubahan. Nilai itu yang kami hidupkan dalam pembinaan di Lapas Sarolangun, sejalan dengan core values BerAKHLAK dan semangat bangga melayani bangsa,” tegas Ibnu Faizal, Selasa 22/10.
Ibnu Faizal menambahkan, Lapas Sarolangun terus memperkuat program pembinaan kepribadian berbasis keagamaan dan kebangsaan. Mulai dari pesantren di dalam lapas, kajian rutin, hingga pelatihan kemandirian yang menjunjung tinggi etos kerja dan integritas.
Menurutnya, santri hari ini hadir dalam berbagai wajah: di pesantren, di sekolah, di tempat kerja, bahkan di dalam lapas. Semangatnya sama, yaitu menjadi pribadi yang bermanfaat dan memperkuat negeri.
“Target kita jelas, Indonesia Emas 2045. Dan itu dimulai dari manusia-manusia yang berakhlak. Lapas harus jadi tempat kembali menemukan jalan itu,” tutupnya.
Peringatan Hari Santri Nasional di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menjadi momentum untuk merefleksikan kembali peran pemasyarakatan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
(Red-KIN)















