KALAM INDONESIA NEWS
Agam — Pemerintah Kabupaten Agam menunjukkan komitmennya dalam memastikan setiap anak memperoleh hak atas pendidikan. Dua anak asal Kabupaten Agam yang berada dalam kondisi rentan putus sekolah kini mendapat kesempatan untuk kembali menata masa depan melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Sumatera Barat di Kabupaten Dharmasraya.
Kedua anak tersebut yakni Ghanniy Efani (17), warga Nagari Ampang Gadang, Kecamatan Ampek Angkek, yang sebelumnya bersekolah di SMKN 1 Ampek Angkek, serta Salma Rahmadani, warga Ampang Gadang, Kecamatan Ampek Angkek, yang sebelumnya putus sekolah saat duduk di kelas III SDN 17 Batu Gadang, Nagari Padang Laweh, Kecamatan Sungai Pua.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam, Villa Erdi, S.Sos., M.Si., menjelaskan keberadaan kedua anak tersebut diketahui setelah adanya pengaduan dari masyarakat.
Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti Dinas Sosial Kabupaten Agam melalui asesmen dan penjangkauan yang dilakukan oleh pendamping sosial Program Keluarga Harapan (PKH).
Ghanniy Efani menjalani asesmen oleh Pendamping Sosial PKH Kecamatan Ampek Angkek, Nofri Wahyudi. Sementara Salma Rahmadani ditindaklanjuti melalui asesmen Pendamping Sosial PKH Kecamatan Sungai Pua, Silmi Sa’adah.
Berdasarkan hasil asesmen dan penjangkauan di lapangan, kedua anak tersebut dinilai memenuhi kriteria untuk mendapatkan akses pendidikan melalui program Sekolah Rakyat Terintegrasi.
Pendamping sosial selanjutnya merekomendasikan keduanya sebagai calon siswa SRT 3 Sumatera Barat di Kabupaten Dharmasraya.
Penetapan calon siswa dilakukan melalui rapat pleno Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat yang melibatkan BBPPKS Padang, Dinas Pendidikan Sumatera Barat, BPS Sumatera Barat, Tim Dit. PSNK Sumatera Barat, Tim Dit. PSNK kabupaten/kota, serta para pendamping yang melakukan penjangkauan.
Setelah ditetapkan sebagai calon siswa, Dinas Sosial Kabupaten Agam bergerak melakukan penjemputan terhadap kedua anak tersebut dari tempat tinggal masing-masing untuk selanjutnya diantar ke BBPPKS Padang.
Proses penjemputan dilakukan oleh Windra Fitri, Fungsional Pekerja Sosial Dinas Sosial Kabupaten Agam, bersama Ahmad Syukri, Ketua Tim Dit. PSNK Kemensos Kabupaten Agam.
Setibanya di BBPPKS Padang, kedua anak tersebut diterima oleh Hafiz Satria Putra, Ketua Tim Dit. PSNK Provinsi Sumatera Barat, bersama Linda Susanti, Kabag TU BBPPKS Padang.
Hafiz menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus memberikan penjelasan mengenai aturan serta pola pendidikan yang diterapkan di Sekolah Rakyat.
Sementara itu, Linda Susanti menyampaikan bahwa anak-anak yang telah diterima dalam program Sekolah Rakyat mendapat perhatian dan menjadi bagian dari tanggung jawab negara dalam memenuhi hak pendidikan mereka.
Selanjutnya, kedua anak tersebut diberangkatkan menuju Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sumatera Barat di Kabupaten Dharmasraya pada pukul 17.00 WIB bersama rombongan.
Sebanyak 11 siswa diberangkatkan menggunakan dua kendaraan yang didampingi Kepala BBPPKS Padang beserta tim.
Bupati Agam: Jangan Biarkan Anak Kehilangan Masa Depan
Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, M.M., Dt. Tan Batuah, menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak seluruh anak yang harus dijamin dan diperjuangkan bersama.
“Tidak boleh ada anak-anak kita yang kehilangan masa depan hanya karena keterbatasan ekonomi maupun kondisi sosial keluarga. Ketika ada anak yang terancam putus sekolah, pemerintah harus hadir dan mencarikan jalan agar mereka tetap memperoleh pendidikan.”
Menurutnya, keberadaan Sekolah Rakyat menjadi salah satu bentuk kehadiran negara dalam memberikan kesempatan yang lebih luas kepada anak-anak dari keluarga yang membutuhkan dukungan.
“Kami sangat mengapresiasi semua pihak yang telah bekerja menemukan, mendampingi dan mengantarkan anak-anak ini sampai mendapatkan kesempatan belajar di Sekolah Rakyat. Ini bukan hanya soal sekolah, tetapi tentang menyelamatkan masa depan generasi muda Agam.”
Benni Warlis berharap Ghanniy Efani dan Salma Rahmadani dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sungguh-sungguh, membangun kembali semangat belajar, serta menatap masa depan dengan penuh optimisme.
“Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, bangun cita-cita dan jangan pernah merasa rendah karena masa lalu. Pemerintah hadir untuk membantu membuka jalan, tetapi keberhasilan ke depan sangat ditentukan oleh semangat dan kerja keras anak-anak kita.”
Langkah Pemerintah Kabupaten Agam tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap anak-anak yang menghadapi hambatan dalam memperoleh pendidikan. Dengan adanya Sekolah Rakyat, kedua anak tersebut kini memiliki kesempatan untuk kembali belajar, mengembangkan potensi diri, dan membangun masa depan yang lebih baik.
(Citra Jaya)
Pemkab Agam Selamatkan Dua Anak Rentan Putus Sekolah















