KALAM INDONESIA NEWS
Sarolangun – Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru di SMAN 1 Sarolangun tahun ajaran 2026/2027 memunculkan perbedaan pandangan antara pihak komite sekolah dan sebagian wali murid.
Ketua Komite SMAN 1 Sarolangun menetapkan bahwa kegiatan MPLS akan dilaksanakan di Kompi Senapan A 142, di luar lingkungan sekolah. Kebijakan tersebut diambil dengan pertimbangan untuk memperkuat pembentukan karakter, kedisiplinan, serta ketahanan mental dan fisik para siswa sejak awal memasuki dunia pendidikan menengah.
Dalam keterangannya, Ketua Komite menjelaskan bahwa konsep MPLS di lingkungan satuan militer dinilai mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih terarah dalam membangun disiplin, tanggung jawab, dan semangat kebersamaan.
“Kami ingin MPLS tidak hanya menjadi ajang perkenalan lingkungan sekolah, tetapi juga mampu membentuk mental dan karakter siswa. Lingkungan di luar sekolah dinilai lebih mendukung tercapainya tujuan tersebut,” ujarnya.
Namun demikian, keputusan tersebut mendapat tanggapan berbeda dari sebagian wali murid. Mereka menyatakan tidak menolak program pembinaan karakter, tetapi berharap kegiatan tetap dilaksanakan di lingkungan sekolah dengan menghadirkan instruktur atau pelatih yang memiliki kompetensi.
Salah seorang perwakilan wali murid menyampaikan bahwa pelaksanaan MPLS di sekolah dinilai lebih memberikan rasa aman dan nyaman bagi orang tua.
“Kami tidak menolak kegiatan ini. Namun kami lebih tenang apabila anak-anak mengikuti kegiatan di lingkungan sekolah. Jika memang tujuannya membentuk kedisiplinan, instruktur bisa didatangkan ke sekolah tanpa harus memindahkan lokasi kegiatan,” katanya.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, pihak komite bersama manajemen sekolah menyatakan tetap mempertahankan keputusan yang telah ditetapkan. Menurut mereka, seluruh persiapan telah disusun secara matang, mulai dari aspek keamanan, konsumsi, jadwal kegiatan hingga mekanisme pengawasan terhadap peserta.
Pihak sekolah juga menegaskan bahwa pelaksanaan MPLS akan tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku serta mengedepankan prinsip pendidikan yang humanis, aman, dan bebas dari segala bentuk perpeloncoan maupun tindakan yang dapat merugikan peserta didik.
Selain itu, sekolah memastikan komunikasi dengan orang tua tetap terbuka selama pelaksanaan kegiatan berlangsung. Masukan dari wali murid akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan kegiatan serupa pada masa mendatang.
Sesuai jadwal yang telah ditetapkan, MPLS akan tetap dilaksanakan di Kompi Senapan A 142 dengan harapan mampu memberikan pengalaman positif bagi peserta didik baru dalam membangun karakter, kedisiplinan, dan kesiapan menghadapi proses pembelajaran di SMAN 1 Sarolangun.
(Red-Kin)















