KALAM INDONESIA NEWS
Sarolangun – Pelayanan kesehatan di Puskesmas Singkut, Kabupaten Sarolangun, Jambi, menuai keluhan dari keluarga pasien. Pihak keluarga menilai tenaga medis di fasilitas kesehatan tersebut tidak memberikan pertolongan awal secara optimal kepada seorang anak yang mengalami luka disertai pendarahan dan justru langsung menyarankan agar pasien dibawa ke rumah sakit.
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu, pihak sekolah TK membawa seorang siswi bernama Lifi ke Puskesmas Singkut untuk mendapatkan pertolongan pertama setelah anak tersebut terjatuh dan mengalami luka yang disertai pendarahan.
Menurut keterangan ayah korban, setelah tiba di Puskesmas Singkut, kondisi anak hanya dilihat oleh petugas. Pihak keluarga menyebut tidak dilakukan pemeriksaan maupun tindakan medis awal sebelum pasien disarankan untuk dibawa ke rumah sakit.
“Kami melihat tidak ada tindakan yang seharusnya dilakukan dokter di Puskesmas. Akhirnya kami bawa Lifi ke Klinik Bidan Teti, S.Am.Keb., dan alhamdulillah kondisinya bisa segera ditangani,” ungkap ayah korban.
Terpisah, Kepala Puskesmas Singkut saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp menyampaikan penjelasan berdasarkan keterangan dokter yang bertugas saat kejadian.
“Setelah saya tanyakan, dokter menyatakan luka tersebut cukup panjang dan penanganannya pada anak tergolong sulit, sehingga tidak sanggup dilakukan di Puskesmas dan menyarankan pasien segera dirujuk ke rumah sakit,” ujarnya.
Kasus tersebut kemudian menjadi perhatian karena menyangkut pelayanan terhadap pasien yang mengalami pendarahan. Dalam kondisi seperti ini, penanganan awal dan stabilisasi pasien menjadi bagian penting sebelum proses rujukan dilakukan, terutama apabila kondisi pasien membutuhkan pertolongan segera.
Secara umum, fasilitas pelayanan kesehatan perlu memastikan kondisi pasien ditangani sesuai kompetensi, ketersediaan sarana, serta prosedur medis yang berlaku. Apabila pasien memang membutuhkan penanganan lebih lanjut di rumah sakit, proses rujukan idealnya dilakukan setelah kondisi pasien dinilai dan distabilkan sesuai kebutuhan medis.
Dalam kasus Lifi, keluarga berharap kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi agar pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas dapat semakin responsif, khususnya dalam memberikan pertolongan pertama kepada anak maupun pasien yang datang dalam kondisi membutuhkan penanganan segera.
Hingga berita ini diterbitkan, keluhan keluarga pasien dan penjelasan dari pihak Puskesmas Singkut menjadi dua sisi informasi yang perlu diklarifikasi lebih lanjut sesuai hasil pemeriksaan dan evaluasi pelayanan.
(Red-KIN)















