Example floating
Example floating
BeritaBanda AcehDaerah

Peringatan Hari Damai Aceh ke-21 Berakhir Ricuh, Massa dan Aparat Bentrok di Banda Aceh

224
×

Peringatan Hari Damai Aceh ke-21 Berakhir Ricuh, Massa dan Aparat Bentrok di Banda Aceh

Sebarkan artikel ini

KALAM INDONESIA NEWS

Banda Aceh – Peringatan Hari Damai Aceh ke-21 yang digelar di kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026), berakhir ricuh. Kericuhan terjadi setelah rangkaian zikir, doa bersama, dan penyampaian aspirasi yang diikuti masyarakat dari berbagai elemen.

Ketegangan dilaporkan bermula setelah sejumlah massa berupaya mengibarkan bendera Bulan Bintang di kawasan Masjid Raya Baiturrahman. Aparat keamanan kemudian berupaya menghentikan aksi tersebut hingga situasi berkembang menjadi bentrokan.

Massa dilaporkan melemparkan batu dan benda lainnya ke arah aparat. Petugas kemudian melakukan upaya pembubaran, termasuk menggunakan gas air mata setelah imbauan melalui pengeras suara tidak diindahkan. Kericuhan juga meluas ke sejumlah ruas jalan di sekitar kawasan masjid.

Sejumlah kendaraan di sekitar lokasi dilaporkan mengalami kerusakan. Polda Aceh kemudian menyampaikan bahwa sejumlah warga yang sempat diamankan telah dibebaskan setelah Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan menemui massa dan berdialog langsung di lokasi.

Kericuhan tersebut menjadi perhatian karena terjadi bertepatan dengan peringatan 21 tahun perdamaian Aceh yang ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman Helsinki pada 15 Agustus 2005.

Tokoh Perdamaian Aceh sekaligus Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, mengingatkan seluruh pihak agar peristiwa tersebut tidak mengganggu perdamaian yang telah terbangun selama lebih dari dua dekade.

“Yang penting masyarakat memahami bahwa perdamaian telah membawa kemajuan dan kesejahteraan. Jangan sampai apa yang sudah dicapai selama 21 tahun ini terganggu,” kata JK sebagaimana diberitakan ANTARA.

Hingga berita ini diterbitkan, informasi mengenai jumlah pasti korban luka dan total kerusakan akibat kericuhan masih menunggu keterangan resmi lebih lanjut.

Awak Media mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Perdamaian Aceh yang telah terjaga selama 21 tahun merupakan capaian penting yang perlu dipertahankan bersama.

(Red-KIN)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *