Example floating
Example floating
BeritaDaerahInternasionalJakarta

Polri Kerahkan Brimob, Tim Kesehatan, K9 dan Logistik Bantu Penanganan Gempa M7,7 di NTT

218
×

Polri Kerahkan Brimob, Tim Kesehatan, K9 dan Logistik Bantu Penanganan Gempa M7,7 di NTT

Sebarkan artikel ini

KALAM INDONESIA NEWS

Jakarta — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menyampaikan empati dan keprihatinan mendalam kepada seluruh masyarakat yang terdampak gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sejak gempa terjadi, Polri telah mengerahkan jajaran untuk membantu proses penanganan dalam masa tanggap darurat. Prioritas utama Polri adalah memastikan keselamatan masyarakat, melakukan evakuasi, memberikan pertolongan kepada korban, serta memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.

Di wilayah NTT, Kapolda Nusa Tenggara Timur telah memerintahkan seluruh Kapolres di wilayah terdampak untuk turun langsung bersama unsur terkait guna membantu proses evakuasi dan memberikan bantuan kepada masyarakat.

Jajaran kepolisian juga telah mendirikan sejumlah posko bantuan di lokasi yang aman. Posko tersebut digunakan untuk mendukung proses evakuasi, pelayanan masyarakat, pengungsian, hingga penyaluran bantuan.

Polri menyampaikan bahwa proses penanganan korban dan pendataan kerusakan masih terus berlangsung. Namun, terdapat kendala komunikasi di sejumlah wilayah daratan Flores sehingga data yang diterima masih dalam proses verifikasi dan validasi.

Masyarakat dan media massa diimbau untuk menggunakan data yang telah terverifikasi serta tidak menyebarluaskan informasi yang belum jelas sumbernya.

Di tingkat Mabes Polri, koordinasi terus dilakukan bersama Polda NTT dan jajaran terkait untuk memperoleh perkembangan situasi secara berkala, termasuk jumlah korban, kerusakan, wilayah terdampak, serta kebutuhan mendesak masyarakat.

Untuk memperkuat penanganan di lapangan, Polri menyiapkan kekuatan Brimob. Pada Sabtu malam, 15 Agustus 2026, Polri akan memberangkatkan satu satuan setingkat kompi (SSK) pasukan Brimob dari Bogor.

Pasukan tersebut diperkuat personel kesehatan dan dokter serta membawa peralatan untuk mendukung proses pencarian dan pertolongan terhadap korban.

Selain itu, Polri juga menyiapkan tim kesehatan dan dokter untuk membantu pelayanan kesehatan masyarakat serta mendukung proses identifikasi korban apabila diperlukan.

Polri turut menyiapkan tim K9 atau anjing pelacak untuk mendukung pencarian korban, khususnya di lokasi bangunan yang mengalami keruntuhan. Pengiriman K9 akan dilakukan pada tahap berikutnya dengan mempertimbangkan kebutuhan di lapangan dan kesiapan sarana transportasi.

Dukungan personel juga telah disiapkan dari sejumlah Polda terdekat, di antaranya Polda Nusa Tenggara Barat, Polda Bali, dan Polda Jawa Timur.

Dalam tahap awal penanganan, Polri juga menyiapkan dukungan logistik berupa 10 set tenda pleton, 10 unit Wi-Fi portable/modem, serta 240 dus bahan makanan siap saji.

Logistik tersebut akan diberangkatkan dari Polda Jambi menggunakan pesawat CN-295 untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana.

Selain dukungan logistik, Polri terus mengoordinasikan transportasi udara dan laut agar personel, peralatan, serta bantuan logistik dapat segera menjangkau wilayah yang membutuhkan.

Polri juga mengoperasikan posko pemantauan untuk mengikuti perkembangan situasi dan memastikan dukungan dari tingkat pusat dapat diberikan sesuai kebutuhan di lapangan.

Dalam penanganan bencana tersebut, Polri bersinergi dengan TNI, Basarnas, BPBD, pemerintah daerah, komunitas masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan terkait.

Polri mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah, BMKG, dan petugas yang berada di lapangan.

(Red-KIN)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *