Example floating
Example floating
BeritaDaerahSarolangun

‎Tiga Hari Pencarian, Nenek Bawi Ditemukan Meninggal di Sungai Batang Asai, BPBD dan Polisi Lakukan Evakuasi

69
×

‎Tiga Hari Pencarian, Nenek Bawi Ditemukan Meninggal di Sungai Batang Asai, BPBD dan Polisi Lakukan Evakuasi

Sebarkan artikel ini

KALAM INDONESIA NEWS

‎Sarolangun — Setelah tiga hari dilakukan pencarian, Bawi (65), warga lanjut usia asal Desa Pulau Salak Baru, Kecamatan Batang Asai, Kabupaten Sarolangun, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Minggu (1/11/2026).

‎Korban ditemukan sekitar pukul 09.00 hingga 11.00 WIB di kawasan Pulau Seluro, Desa Raden Anom, Kecamatan Batang Asai.

‎Informasi penemuan korban tersebut dibenarkan oleh salah seorang warga Batang Asai saat dikonfirmasi awak media.

‎”Ya, sudah ditemukan,” ungkap warga tersebut.

‎Setelah ditemukan, warga bersama petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sarolangun dan personel kepolisian langsung melakukan evakuasi terhadap jenazah korban dari lokasi penemuan.

‎Proses evakuasi berlangsung dengan melibatkan kerja sama warga dan petugas gabungan untuk mengangkat jenazah dari kawasan sungai guna dilakukan penanganan lebih lanjut.

‎Sebelumnya, Bawi dilaporkan hanyut terbawa derasnya arus Sungai Batang Asai saat banjir melanda kawasan tersebut pada Jumat (30/10/2026).

‎Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat kejadian korban bersama empat orang rekannya berada di sebuah batu di tengah sungai. Namun, secara tiba-tiba debit air meningkat sehingga arus sungai menjadi semakin deras.

‎Melihat kondisi tersebut, rekan-rekan korban bergegas menyelamatkan diri menuju tepian sungai dan berhasil selamat. Sementara Bawi diduga terseret derasnya arus hingga akhirnya dilaporkan hilang.

‎Sejak kejadian itu, tim gabungan bersama masyarakat setempat terus melakukan pencarian dengan menyisir aliran Sungai Batang Asai.

‎Setelah tiga hari upaya pencarian, korban akhirnya ditemukan. Penemuan tersebut sekaligus mengakhiri operasi pencarian yang melibatkan petugas gabungan dan masyarakat setempat.

‎Peristiwa tragis ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat Desa Pulau Salak Baru.

‎Kejadian tersebut juga menjadi pengingat bagi masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama ketika debit air meningkat akibat hujan deras maupun banjir.

‎Keselamatan harus menjadi prioritas. Masyarakat diimbau tidak memaksakan diri beraktivitas di sungai ketika arus sedang deras dan kondisi air tidak memungkinkan.

‎(Red-KIN)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *