KALAM INDONESIA NEWS
Sarolangun — Setelah tiga hari dilakukan pencarian, Bawi (65), warga lanjut usia asal Desa Pulau Salak Baru, Kecamatan Batang Asai, Kabupaten Sarolangun, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Minggu (1/11/2026).
Korban ditemukan sekitar pukul 09.00 hingga 11.00 WIB di kawasan Pulau Seluro, Desa Raden Anom, Kecamatan Batang Asai.
Informasi penemuan korban tersebut dibenarkan oleh salah seorang warga Batang Asai saat dikonfirmasi awak media.
”Ya, sudah ditemukan,” ungkap warga tersebut.
Setelah ditemukan, warga bersama petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sarolangun dan personel kepolisian langsung melakukan evakuasi terhadap jenazah korban dari lokasi penemuan.
Proses evakuasi berlangsung dengan melibatkan kerja sama warga dan petugas gabungan untuk mengangkat jenazah dari kawasan sungai guna dilakukan penanganan lebih lanjut.
Sebelumnya, Bawi dilaporkan hanyut terbawa derasnya arus Sungai Batang Asai saat banjir melanda kawasan tersebut pada Jumat (30/10/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat kejadian korban bersama empat orang rekannya berada di sebuah batu di tengah sungai. Namun, secara tiba-tiba debit air meningkat sehingga arus sungai menjadi semakin deras.
Melihat kondisi tersebut, rekan-rekan korban bergegas menyelamatkan diri menuju tepian sungai dan berhasil selamat. Sementara Bawi diduga terseret derasnya arus hingga akhirnya dilaporkan hilang.
Sejak kejadian itu, tim gabungan bersama masyarakat setempat terus melakukan pencarian dengan menyisir aliran Sungai Batang Asai.
Setelah tiga hari upaya pencarian, korban akhirnya ditemukan. Penemuan tersebut sekaligus mengakhiri operasi pencarian yang melibatkan petugas gabungan dan masyarakat setempat.
Peristiwa tragis ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat Desa Pulau Salak Baru.
Kejadian tersebut juga menjadi pengingat bagi masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama ketika debit air meningkat akibat hujan deras maupun banjir.
Keselamatan harus menjadi prioritas. Masyarakat diimbau tidak memaksakan diri beraktivitas di sungai ketika arus sedang deras dan kondisi air tidak memungkinkan.
(Red-KIN)















