Example floating
Example floating
BeritaDaerahSarolangun

‎Lapas Sarolangun Laksanakan Shalat Istisqa, Panjatkan Doa di Tengah Kemarau Panjang

76
×

‎Lapas Sarolangun Laksanakan Shalat Istisqa, Panjatkan Doa di Tengah Kemarau Panjang

Sebarkan artikel ini

KALAM INDONESIA NEWS

Sarolangun — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sarolangun melaksanakan Shalat Istisqa sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama untuk memohon turunnya hujan di tengah kondisi kemarau panjang yang melanda wilayah Sarolangun dan sekitarnya, Selasa (25/8/2026).

‎Kegiatan yang berlangsung di lapangan Lapas Kelas IIB Sarolangun tersebut diikuti jajaran petugas bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dengan penuh khidmat dan kekhusyukan.

‎Shalat Istisqa dilaksanakan sekitar pukul 09.00 WIB. Para petugas dan WBP berkumpul untuk melaksanakan ibadah secara berjamaah. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar.

‎Pelaksanaan Shalat Istisqa menjadi salah satu bentuk ikhtiar Lapas Sarolangun dalam menyikapi kondisi kemarau yang cukup panjang. Minimnya curah hujan berdampak terhadap ketersediaan air di sejumlah wilayah, sementara kebutuhan air sangat penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari, kebersihan, kesehatan, serta pembinaan warga binaan.

‎Setelah pelaksanaan shalat, kegiatan dilanjutkan dengan khutbah dan doa bersama. Dalam doa tersebut, seluruh peserta memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan yang bermanfaat, membawa keberkahan, serta memberikan perlindungan kepada masyarakat dari dampak kekeringan.

‎Kepala Lapas Kelas IIB Sarolangun, Ibnu Faizal, mengatakan bahwa Shalat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar bersama dalam menghadapi kondisi kemarau yang terjadi saat ini.

‎“Shalat Istisqa ini merupakan bentuk ikhtiar dan doa kita bersama agar Allah SWT memberikan hujan yang membawa manfaat dan keberkahan. Di tengah kondisi kemarau yang cukup panjang, kita mengajak seluruh petugas dan warga binaan untuk meningkatkan ibadah, memperbanyak doa dan istighfar, serta mengatur penggunaan air seefektif mungkin,” ujar Ibnu Faizal.

‎Ia juga mengingatkan bahwa penghematan air merupakan tanggung jawab bersama, terutama selama musim kemarau panjang.

‎Menurutnya, kegiatan keagamaan tersebut tidak hanya menjadi sarana untuk memanjatkan doa, tetapi juga menjadi momentum introspeksi diri dan meningkatkan kesadaran spiritual bagi seluruh petugas maupun warga binaan.

‎Dalam pelaksanaannya, pengamanan tetap dilakukan oleh petugas Lapas untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan aman dan tertib. Namun, pengawasan dilakukan dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis sehingga suasana ibadah dapat berlangsung dengan khidmat.

‎Pelaksanaan Shalat Istisqa tersebut sekaligus menjadi bagian dari pembinaan mental dan spiritual di Lapas Kelas IIB Sarolangun. Pembinaan terhadap warga binaan tidak hanya berorientasi pada aspek keamanan dan ketertiban, tetapi juga mencakup peningkatan keimanan dan ketakwaan.

‎Melalui kegiatan tersebut, Lapas Kelas IIB Sarolangun mengajak seluruh petugas dan WBP untuk bersama-sama memperbanyak istighfar, meningkatkan ketakwaan, menjaga lingkungan, serta menghemat penggunaan air.

Lapas Sarolangun berharap doa dan ikhtiar bersama tersebut menjadi jalan turunnya hujan yang bermanfaat dan membawa keberkahan bagi masyarakat Sarolangun serta wilayah lain yang terdampak kekeringan.

‎(Red-KIN)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *