Opini
KALAM INDONESIA NEWS
Sarolangun – Kabupaten Sarolangun merupakan daerah yang dianugerahi kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Batu bara, minyak dan gas bumi, industri semen, serta perkebunan kelapa sawit menjadi potensi besar yang dimiliki daerah ini. Tidak semua daerah di Indonesia memiliki anugerah sebesar itu.
Namun, di tengah kekayaan tersebut, masih muncul pertanyaan yang kerap disampaikan sebagian masyarakat: mengapa Sarolangun belum mampu berkembang secepat daerah-daerah lain di sekitarnya?
Pandangan tersebut disampaikan oleh salah seorang warga Sarolangun yang akrab disapa Manggo alias Gogo. Menurutnya, kemajuan suatu daerah tidak hanya bergantung pada sosok bupati sebagai pemimpin tertinggi daerah, tetapi juga ditentukan oleh kemampuan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dalam menerjemahkan visi pembangunan menjadi program dan pelayanan yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Bupati dapat memiliki visi dan program yang baik. Namun, apabila perangkat yang menjalankan kebijakan tidak mampu menerjemahkan visi tersebut ke dalam kerja nyata, maka kemajuan daerah akan sulit terwujud,” ujarnya.
Menurut Gogo, berdasarkan pengalaman pribadinya saat menjalankan aktivitas sebagai masyarakat yang berinteraksi dengan berbagai pihak, masih terdapat pejabat publik yang dinilai belum optimal dalam memberikan informasi kepada masyarakat melalui media massa. Ia menilai keterbukaan informasi merupakan salah satu unsur penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.
Di sisi lain, terdapat pula pejabat yang bersedia memberikan penjelasan kepada wartawan. Namun, menurut penilaiannya, jawaban yang disampaikan terkadang belum sepenuhnya menjawab substansi persoalan yang dipertanyakan publik.
Pandangan tersebut merupakan penilaian pribadi narasumber berdasarkan pengalaman dan pengamatannya, serta tidak dimaksudkan untuk menggeneralisasi seluruh pejabat atau aparatur di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sarolangun.
Gogo juga menyoroti pentingnya penempatan sumber daya manusia sesuai kompetensi, integritas, profesionalitas, dan rekam jejak kinerja. Menurutnya, aparatur yang memiliki kemampuan dan latar belakang pendidikan yang memadai perlu diberikan kesempatan untuk berkontribusi sesuai bidang keahliannya demi mendukung percepatan pembangunan daerah.
Ia berpendapat bahwa pemimpin yang memiliki keterbatasan masih dapat membawa perubahan apabila didukung oleh bawahan yang kompeten, berintegritas, dan memiliki semangat melayani masyarakat. Sebaliknya, pemimpin yang memiliki kapasitas baik pun akan menghadapi tantangan apabila tidak didukung aparatur yang mampu menjalankan tugas secara profesional.
“Yang paling ideal adalah pemimpin yang memiliki visi yang baik serta didukung oleh aparatur yang kompeten dan berintegritas. Jika seluruh unsur pemerintahan bekerja dengan tujuan yang sama, saya yakin Sarolangun dapat berkembang lebih pesat dan menjadi daerah yang membanggakan masyarakatnya,” tuturnya.
Bagi masyarakat, jabatan publik bukan sekadar kedudukan atau kebanggaan. Jabatan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan melalui pelayanan, kemampuan mendengar aspirasi, mencari solusi, serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas.
Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk menjatuhkan pihak tertentu ataupun mencari kesalahan individu maupun lembaga. Opini ini merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam menyampaikan harapan dan masukan konstruktif terhadap jalannya pembangunan daerah.
Masyarakat pada dasarnya berharap adanya pelayanan publik yang semakin baik, pembangunan yang merata, pendidikan yang berkualitas, peningkatan kesejahteraan, serta kehadiran pemerintah yang responsif terhadap kebutuhan rakyat.
Sarolangun telah memiliki modal besar berupa kekayaan sumber daya alam. Tantangan berikutnya adalah bagaimana potensi tersebut dikelola melalui sumber daya manusia yang berkualitas, tata kelola pemerintahan yang profesional, transparan, akuntabel, serta terbuka terhadap kritik dan masukan.
Sudah saatnya seluruh elemen daerah bersatu, mulai dari pemerintah daerah, DPRD, aparatur sipil negara, tokoh masyarakat, pemuda, insan pers, pelaku usaha, akademisi, hingga masyarakat umum, untuk bersama-sama membangun Sarolangun demi kepentingan generasi mendatang.
Sebab, Sarolangun bukan milik segelintir orang. Sarolangun adalah rumah bersama.
Semoga pada masa mendatang, Sarolangun tidak hanya dikenal sebagai daerah yang kaya akan sumber daya alam, tetapi juga sebagai kabupaten yang maju, berdaya saing, serta menjadi kebanggaan masyarakatnya.
Karena pada akhirnya, masyarakat tidak hanya akan mengingat siapa yang pernah menjabat, tetapi juga siapa yang bekerja dengan sungguh-sungguh, berani berbenah, serta meninggalkan jejak pengabdian demi kemajuan Sarolangun.
Catatan Redaksi:
Tulisan ini merupakan artikel opini yang memuat pandangan dan penilaian narasumber sebagai bentuk partisipasi publik dalam mengawal pembangunan daerah.
Redaksi menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik, Pedoman Pemberitaan Media Siber, serta memberikan hak jawab dan hak koreksi kepada pihak-pihak yang merasa dirugikan atau memerlukan klarifikasi atas isi tulisan ini. Apabila terdapat data atau informasi yang perlu diluruskan, redaksi membuka ruang konfirmasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
(Redaksi)





