Example floating
Example floating
BeritaDaerahPadangSumatra Barat

Tradisi Malamang Warnai Hari Kedua Padang Pariaman Mauluik Gadang 2026

31
×

Tradisi Malamang Warnai Hari Kedua Padang Pariaman Mauluik Gadang 2026

Sebarkan artikel ini

KALAM INDONESIA NEWS

Padang— Aroma santan berpadu dengan ketan, asap bara api mengepul, serta semangat kebersamaan masyarakat mewarnai hari kedua pelaksanaan Padang Pariaman Mauluik Gadang 2026.

Tradisi malamang digelar di Masjid Raya IKK Ali Mukhni, Parit Malintang, Senin (24/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi simbol kuat bahwa adat, budaya, dan nilai kebersamaan masih terus hidup dan dilestarikan masyarakat Padang Pariaman.

Prosesi malamang yang diwariskan secara turun-temurun itu diikuti langsung oleh Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis bersama Wakil Bupati Rahmat Hidayat. Keduanya tampak antusias mengikuti setiap tahapan pembuatan lamang.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Hendra Aswara, Ketua TP-PKK Ny. Nita Christanti Azis, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Renny Hendra Aswara, para asisten dan staf ahli, kepala perangkat daerah, unsur Forkopimda, Forkopimca, Bundo Kanduang, serta para tamu undangan.

Sehari sebelumnya, panitia bersama Bundo Kanduang telah mempersiapkan berbagai bahan dan perlengkapan, mulai dari pemilihan bambu hingga meracik ketan dan santan.

Pada hari kedua, Bupati dan Wakil Bupati turut terlibat langsung dalam proses pembuatan lamang. Adonan ketan yang telah dibumbui dimasukkan ke dalam ruas bambu yang sebelumnya dilapisi daun pisang.

Bambu kemudian disusun berjajar di atas bara api dan dipanggang sambil terus dibolak-balik hingga lamang matang dengan sempurna.

Bagi masyarakat Minangkabau, malamang bukan sekadar tradisi memasak makanan khas, tetapi juga mengandung nilai gotong royong, kebersamaan, kesabaran, dan rasa syukur yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Tradisi tersebut sekaligus menjadi perekat hubungan antarmasyarakat serta bentuk nyata pelestarian kearifan lokal di tengah perkembangan zaman.

Dalam kesempatan itu, Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis menyampaikan apresiasi kepada Bundo Kanduang dan seluruh masyarakat yang terus menjaga tradisi malamang sebagai bagian dari identitas budaya daerah.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bundo Kanduang dan seluruh pihak yang telah menjalankan prosesi malamang ini dan mengajari kami membuat lamang. Mudah-mudahan kegiatan yang kita lakukan hari ini mendapat ridho dan lindungan Allah SWT. Semoga seluruh rangkaian Padang Pariaman Mauluik Gadang 2026 berjalan lancar dan sukses,” ujar Bupati.

Bupati juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan selama pelaksanaan Padang Pariaman Mauluik Gadang berlangsung, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat dinikmati dengan nyaman oleh masyarakat maupun para pengunjung.

Padang Pariaman Mauluik Gadang 2026 tidak hanya menjadi perayaan keagamaan dan budaya, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi, memperkuat persatuan, serta mengenalkan kekayaan tradisi daerah kepada generasi muda dan para perantau yang pulang ke kampung halaman.

Melalui tradisi malamang, semangat menjaga adat dan budaya kembali diteguhkan sebagai bagian dari jati diri masyarakat Padang Pariaman.

(Edi)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *