Example floating
Example floating
BeritaAgamDaerahSumatra Barat

Kakek 76 Tahun Sempat Terlantar di Tanjung Mutiara, Pemkab Agam Pulangkan ke Keluarga di Sumut

89
×

Kakek 76 Tahun Sempat Terlantar di Tanjung Mutiara, Pemkab Agam Pulangkan ke Keluarga di Sumut

Sebarkan artikel ini

KALAM INDONESIA NEWS

Agam — Kepedulian Pemerintah Kabupaten Agam terhadap warga yang mengalami kondisi terlantar kembali ditunjukkan. Seorang kakek berusia 76 tahun, Makmun Lubis, warga Tarlola, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, akhirnya dipulangkan ke kampung halamannya setelah sempat terlantar di wilayah Kabupaten Agam.

Makmun dipulangkan pada Senin (24/8/2026) setelah sebelumnya ditemukan dalam kondisi kebingungan dan tidak memiliki uang untuk melanjutkan perjalanan menuju kampung halamannya.

Makmun kemudian diantar masyarakat ke Kantor Dinas Sosial Kabupaten Agam untuk mendapatkan penanganan. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam, Villa Erdi, bersama Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Hasneril dan jajaran langsung melakukan penanganan terhadap Makmun.

Langkah awal dilakukan dengan memastikan identitas serta alamat Makmun melalui pengecekan data kependudukan bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Agam.

Setelah alamatnya dipastikan, Dinas Sosial Kabupaten Agam berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Mandailing Natal untuk memastikan keberadaan keluarga dan pemerintah desa di kampung halaman Makmun.

“Pagi ini Makmun diantar masyarakat ke kantor Dinas Sosial. Kami langsung bergerak cepat melalui Bidang Rehsos untuk berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Mandailing Natal dan memastikan keluarga yang bersangkutan,” ujar Villa Erdi.

Setelah proses administrasi dan koordinasi selesai, Makmun didampingi Pekerja Sosial (Peksos) Erizal, Erianto, dan Nola kemudian diantar menuju Bukittinggi.

Dari Bukittinggi, Makmun dititipkan kepada awak bus Family Transport untuk melanjutkan perjalanan menuju kampung halamannya di Tarlola, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara.

Proses pemulangan dilakukan secara terkoordinasi guna memastikan perjalanan Makmun berlangsung aman hingga tiba di daerah tujuan. Setibanya di Tarlola, Makmun telah ditunggu oleh Kepala Desa Tarlola, Ahmad Nawawi Siregar, bersama pihak keluarga.

Kisah Makmun bermula ketika dirinya ikut bersama tetangga menuju Padang untuk mengantar anak kuliah. Dalam perjalanan pulang, kendaraan yang ditumpanginya berhenti di kawasan Tanjung Mutiara untuk makan.

Makmun kemudian turun dari kendaraan untuk pergi ke kamar kecil. Namun, ketika kembali, kendaraan tersebut ternyata telah meninggalkan lokasi.

“Saya ke kamar kecil. Setelah keluar, mobil sudah berangkat dan saya ditinggal. Saya bingung mau ke mana karena tidak punya uang. Untung saya diselamatkan masyarakat dan diantar ke kantor polisi. Pagi ini saya diantar ke Dinas Sosial,” tutur Makmun.

Kondisi tersebut membuat Makmun terlantar hingga akhirnya mendapatkan pertolongan masyarakat sebelum kemudian ditangani oleh Pemerintah Kabupaten Agam melalui Dinas Sosial.

Koordinasi lintas daerah selanjutnya dilakukan untuk memastikan Makmun dapat kembali kepada keluarganya di Tarlola.

Riki, dari Bidang Rehsos Dinas Sosial Kabupaten Mandailing Natal, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Agam, khususnya Dinas Sosial, yang telah memberikan perhatian dan perlindungan kepada Makmun selama berada di wilayah Agam.

Apresiasi serupa disampaikan Kepala Desa Tarlola, Ahmad Nawawi Siregar. Sebelumnya, pihak desa telah berkomunikasi melalui video call dengan Makmun yang difasilitasi Kepala Bidang Rehsos Dinas Sosial Kabupaten Agam.

Pihak desa dan keluarga memastikan siap menyambut kepulangan Makmun di Tarlola.

Pemulangan tersebut menjadi bentuk sinergi antara Pemerintah Kabupaten Agam, Dinas Sosial Kabupaten Mandailing Natal, pemerintah desa, masyarakat, serta pihak transportasi dalam membantu warga yang mengalami kondisi terlantar agar dapat kembali kepada keluarga.

Bagi Makmun, perjalanan pulang tersebut bukan sekadar perjalanan menuju kampung halaman, tetapi menjadi momen berharga untuk kembali berkumpul bersama keluarga setelah sempat terlantar dan kehilangan arah di daerah orang.

Pemerintah Kabupaten Agam melalui Dinas Sosial memastikan penanganan warga terlantar dilakukan secara layak, aman, dan terkoordinasi hingga yang bersangkutan dapat kembali kepada keluarga dan lingkungan asalnya di Tarlola, Sumatera Utara.

(Citra Jaya)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *