Example floating
Example floating
BeritaAgamSumatra Barat

Lapas Kelas IIB Lubuk Basung Ikuti Rapat Koordinasi Virtual Ketahanan Pangan, Optimalkan Lahan Idle untuk Kemandirian Warga Binaan

46
×

Lapas Kelas IIB Lubuk Basung Ikuti Rapat Koordinasi Virtual Ketahanan Pangan, Optimalkan Lahan Idle untuk Kemandirian Warga Binaan

Sebarkan artikel ini

KALAM INDONESIA NEWS

Agam – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lubuk Basung mengikuti kegiatan rapat koordinasi virtual (Zoom Meeting) terkait program ketahanan pangan di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), Selasa (23/6/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Lubuk Basung, Budi Suharto, SH.

Rapat koordinasi yang diselenggarakan secara berkala oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) ini merupakan bagian dari program strategis nasional dalam mendukung ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan tidur (idle) yang berada di lingkungan Lapas dan Rumah Tahanan Negara (Rutan).

Program tersebut berfokus pada pengembangan sektor pertanian, perikanan, dan peternakan sebagai Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) yang produktif sekaligus menjadi wadah pembinaan kemandirian bagi warga binaan pemasyarakatan.

Kepala Lapas Kelas IIB Lubuk Basung, Budi Suharto, SH, menjelaskan bahwa pihaknya terus mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang tersedia guna mendukung program ketahanan pangan nasional.

“Budidaya perikanan menjadi bagian dari strategi penguatan kemandirian pangan melalui pemanfaatan lahan yang ada. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan keterampilan bagi warga binaan sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Saat ini, Lapas Kelas IIB Lubuk Basung mengembangkan berbagai program ketahanan pangan, di antaranya budidaya ikan nila dan lele, pengelolaan kebun hortikultura menggunakan pupuk organik, serta pengembangan budidaya ikan air tawar dan ikan hias.

Program ini tidak hanya bertujuan memenuhi sebagian kebutuhan pangan internal Lapas, tetapi juga mendukung program swasembada pangan yang menjadi prioritas pemerintah. Melalui kegiatan tersebut, warga binaan memperoleh pelatihan keterampilan, pengalaman kerja, serta premi dari hasil produksi yang dihasilkan.

Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan terus mendorong seluruh Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan untuk memanfaatkan lahan kosong secara produktif. Transformasi yang dilakukan di berbagai Lapas, termasuk Lapas Kelas IIB Lubuk Basung, menjadi bukti nyata bahwa program ketahanan pangan dapat dijalankan di berbagai sektor, termasuk lingkungan pemasyarakatan.

Melalui sinergi dan inovasi yang berkelanjutan, diharapkan program ketahanan pangan di Lapas dapat memberikan manfaat ganda, yakni mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan menuju kemandirian dan produktivitas yang lebih baik.

(Citra Jaya)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *