KALAM INDONESIA NEWS
Lubuk Basung – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lubuk Basung terus mengoptimalkan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui pengawasan rutin di Area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE).
Pada Sabtu (11/7/2026), jajaran Lapas Kelas IIB Lubuk Basung melaksanakan pengawasan rutin terhadap sektor peternakan ayam dan bebek di area SAE. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pembinaan kemandirian sekaligus pelatihan kerja bagi WBP.
Dalam kegiatan itu, petugas melakukan pemeriksaan kondisi kandang, pemberian pakan ternak, serta pencatatan dan penghitungan produksi telur harian. Berdasarkan hasil pemantauan, produksi telur bebek mencapai sekitar 60 butir per hari, sedangkan produksi telur ayam petelur (layer) mencapai sekitar 230 butir per hari.
Kepala Lapas Kelas IIB Lubuk Basung mengatakan, pengawasan rutin dilakukan untuk memastikan program pembinaan berjalan optimal sekaligus menjaga kesehatan ternak dan kebersihan kandang.
“Pengawasan rutin ini penting untuk memastikan kesehatan ternak dan kebersihan kandang tetap terjaga. Selain itu, kami juga ingin meningkatkan produktivitas ternak sebagai bagian dari pelatihan kerja WBP, sekaligus menjalankan fungsi kontrol terhadap pelaksanaan tugas mereka di area peternakan,” ujarnya.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar. Melalui program Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Lapas Kelas IIB Lubuk Basung berharap para WBP memperoleh keterampilan di bidang peternakan yang dapat menjadi bekal untuk hidup mandiri dan produktif setelah kembali ke tengah masyarakat.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan program, laporan kegiatan tersebut telah disampaikan kepada Direktur Jenderal Pemasyarakatan serta Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Barat untuk mendapatkan arahan dan evaluasi lebih lanjut.
(Edi)















